Percabangan Python dan Batas Keputusan
Tulis if, elif, dan else serta uji nilai di sekitar batas.
- Mapel
- Pemrograman
- Jenjang
- SMP
- Waktu baca
- 3 menit
- Terbit
- 8 Oktober 2026
Tujuan belajar
Kamu dapat menyusun beberapa cabang keputusan, menafsirkan operator perbandingan, serta menguji nilai tepat pada batas.
Bekal awal
Kamu memahami variabel bilangan dan keluaran print. Kamu pernah memakai aturan “jika ... maka ...” dalam kehidupan sehari-hari.
Memilih satu jalur
Python memakai if untuk memeriksa syarat. Jika benar, baris yang menjorok di bawahnya dijalankan. Jika salah, Python dapat memeriksa elif berikutnya. Else menangani keadaan yang tidak cocok dengan syarat sebelumnya. Dalam satu rangkaian if–elif–else, hanya cabang pertama yang cocok dijalankan. Indentasi adalah bagian dari sintaks Python; letak baris menentukan apakah ia berada di dalam cabang atau sesudah semua cabang.
Operator >= berarti lebih besar atau sama dengan. Operator > berarti lebih besar saja. Perbedaan satu tanda sama dengan menentukan nasib nilai yang tepat berada di batas. Untuk membuat aturan nilai, tulis syarat dari batas paling tinggi ke rendah. Jika syarat nilai >= 60 diletakkan sebelum nilai >= 85, nilai 90 sudah tertangkap oleh cabang pertama. Meski pernyataan kedua juga benar, Python tidak kembali memeriksanya.
Contoh kerja 1: kategori nilai
nilai = 85
if nilai >= 85:
kategori = "A"
elif nilai >= 70:
kategori = "B"
else:
kategori = "C"
print(kategori)
Jejak: 85 >= 85 benar, jadi kategori menjadi A. Cabang elif dan else dilewati. Keluaran adalah “A”. Jika nilai diubah menjadi 70, syarat pertama salah dan syarat kedua benar, sehingga keluar “B”. Jika nilai 69, kedua syarat salah dan keluar “C”. Tiga nilai itu menguji dua batas penting.
Contoh kerja 2: ongkos kirim
berat = 3
if berat <= 2:
ongkir = 8000
else:
ongkir = 12000
print(ongkir)
Karena 3 <= 2 salah, ongkir ditetapkan 12000 dan angka itu dicetak. Untuk berat 2, syarat benar dan keluaran 8000. Perhatikan bahwa berat 2 masih termasuk batas murah karena operator <=. Tulislah jejak syarat dan nilai ongkir, bukan hanya menebak dari arti kata “berat”.
Kesalahan umum dan debugging
Kesalahan yang sering muncul ialah memakai = untuk membandingkan, lupa titik dua setelah syarat, atau menggeser indentasi sehingga print hanya berjalan pada satu cabang. Baca pesan SyntaxError serta baris yang ditunjuk, lalu periksa tanda dan indentasi di dekatnya. Untuk kesalahan logika, uji satu nilai di bawah batas, satu tepat pada batas, dan satu di atasnya. Catat cabang yang seharusnya dan yang benar-benar dipilih. Bila berbeda, periksa urutan syarat lebih dahulu.
Periksa aturan secara sistematis
Saat membuat kategori, tulis seluruh rentang tanpa celah: C untuk nilai di bawah 70, B untuk 70 sampai 84, dan A mulai 85. Tabel rentang membantu melihat bahwa 69 dan 70 harus berbeda, seperti 84 dan 85. Coba juga nilai yang tidak lazim, misalnya -5 atau 105. Kode contoh tetap memberi kategori, tetapi apakah sekolahmu menganggap masukan itu sah? Program tidak dapat memutuskan aturan yang belum kamu tulis. Jika nilai harus antara 0 dan 100, tambahkan pemeriksaan sebelum kategori. Dengan begitu hasil yang benar secara sintaks juga masuk akal menurut masalahnya.
Ringkasan dan latihan
If memilih tindakan dari hasil perbandingan; elif memberi syarat berikutnya; else menangani sisanya. Buat kategori umur: kurang dari 13 anak, 13 sampai 17 remaja, dan 18 ke atas dewasa. Uji umur 12, 13, 17, dan 18. Tulis tabel syarat yang diperiksa sebelum menjalankan program.
nilai = 85
if nilai >= 85:
kategori = "A"
elif nilai >= 70:
kategori = "B"
else:
kategori = "C"
print(kategori)Sumber belajar
Penjelasan dan contoh disusun ulang untuk materi ini; sumber dapat dibuka untuk belajar lebih lanjut.
Cek pemahaman: Percabangan Python dan Batas Keputusan
- Soal
- 3
Memuat soal…