Latihan Soal Matematika dan Fisika Gerhana Matahari

Lima soal tentang kemiringan orbit Bulan, ukuran sudut, siklus Saros, musim gerhana, dan kerucut umbra untuk menguji pemahaman cara memprediksi gerhana Matahari.

Memuat soal…

Semua soal + pembahasan (5)

Daftar soal beserta jawaban dan pembahasannya. Coba kerjakan dulu di atas sebelum membuka pembahasan.

  1. Bulan baru terjadi kira-kira setiap 29,529{,}5 hari, tetapi gerhana Matahari tidak terjadi setiap bulan baru. Penyebab utamanya adalah ...

    1. Bidang orbit Bulan miring sekitar 5∘5^\circ terhadap bidang orbit Bumi (ekliptika), sehingga saat bulan baru bayangan Bulan biasanya lewat di atas atau di bawah Bumi.

    2. Bulan terlalu kecil dibandingkan Matahari sehingga bayangannya jarang sampai ke Bumi.

    3. Orbit Bulan berbentuk lingkaran sempurna sehingga Bulan jarang segaris dengan Matahari.

    4. Bumi berotasi terlalu cepat sehingga bayangan Bulan tidak sempat jatuh ke permukaan.

    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban: A

    Gerhana Matahari butuh dua syarat: fase bulan baru dan Bulan berada dekat bidang ekliptika. Bidang orbit Bulan miring rata-rata 5,145∘5{,}145^\circ terhadap ekliptika, sehingga pada kebanyakan bulan baru Bulan berada beberapa derajat di utara atau selatan Matahari dan bayangannya meleset dari Bumi. Gerhana hanya mungkin saat bulan baru jatuh dekat titik simpul (perpotongan kedua bidang), yaitu pada musim gerhana sekitar dua kali setahun.

    Pengecoh b salah: ukuran sudut Bulan dan Matahari hampir sama, dan ukuran tidak menjelaskan mengapa gerhana kadang terjadi dan kadang tidak. Pengecoh c salah: orbit Bulan justru elips, dan bentuk orbit menentukan jenis gerhana (total/cincin), bukan frekuensinya. Pengecoh d salah: rotasi Bumi hanya menggeser jalur bayangan di permukaan.

    Cek: andaikan kemiringan 0∘0^\circ, Bulan selalu tepat di ekliptika sehingga setiap bulan baru akan menghasilkan gerhana; karena kenyataannya tidak, kemiringan orbitlah pembedanya.

  2. Diameter Bulan sekitar 3.475 km3.475\ \text{km} dan jarak rata-ratanya dari Bumi sekitar 384.400 km384.400\ \text{km}. Dengan pendekatan sudut kecil θ≈Dd\theta \approx \dfrac{D}{d} (dalam radian), diameter sudut Bulan yang tampak dari Bumi kira-kira ...

    1. 0,52∘0{,}52^\circ

    2. 0,26∘0{,}26^\circ

    3. 0,009∘0{,}009^\circ

    4. 1,04∘1{,}04^\circ

    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban: A

    Langkah 1, hitung sudut dalam radian:

    θ≈Dd=3.475 km384.400 km≈0,00904 rad.\theta \approx \frac{D}{d} = \frac{3.475\ \text{km}}{384.400\ \text{km}} \approx 0{,}00904\ \text{rad}.

    Langkah 2, ubah ke derajat dengan 1 rad=180∘π1\ \text{rad} = \dfrac{180^\circ}{\pi}:

    θ≈0,00904×180∘π≈0,52∘.\theta \approx 0{,}00904 \times \frac{180^\circ}{\pi} \approx 0{,}52^\circ.

    Jadi diameter sudut Bulan sekitar 0,52∘0{,}52^\circ, hampir sama dengan Matahari (sekitar 0,53∘0{,}53^\circ).

    Pengecoh b (0,26∘0{,}26^\circ) adalah jari-jari sudut, karena memakai jari-jari, bukan diameter. Pengecoh c (0,009∘0{,}009^\circ) muncul bila hasil radian langsung dianggap derajat. Pengecoh d (1,04∘1{,}04^\circ) muncul bila hasil digandakan dua kali.

    Cek: dengan rumus eksak θ=2arctan⁡(1.737,5384.400)≈0,518∘\theta = 2\arctan\left(\dfrac{1.737{,}5}{384.400}\right) \approx 0{,}518^\circ, sama dengan hasil pendekatan sampai dua angka desimal.

  3. Satu siklus Saros lamanya sekitar 6.585,326.585{,}32 hari. Setelah satu Saros, geometri Matahari–Bumi–Bulan hampir berulang, tetapi kelebihan 0,320{,}32 hari membuat jalur gerhana berikutnya bergeser. Bumi berotasi 360∘360^\circ per hari dari barat ke timur. Pergeseran jalur gerhana berikutnya kira-kira ...

    1. sekitar 116∘116^\circ bujur ke arah barat

    2. sekitar 116∘116^\circ bujur ke arah timur

    3. sekitar 32∘32^\circ bujur ke arah barat

    4. sekitar 8∘8^\circ bujur ke arah barat

    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban: A

    Langkah 1, kelebihan waktu setelah satu Saros adalah 0,320{,}32 hari (sekitar 8 jam). Langkah 2, sudut rotasi Bumi selama waktu itu:

    Δλ=0,32×360∘≈116∘.\Delta\lambda = 0{,}32 \times 360^\circ \approx 116^\circ.

    Langkah 3, arah: gerhana berikutnya terjadi sekitar 8 jam lebih lambat menurut jam. Karena Bumi berputar ke timur, dalam 8 jam itu wilayah yang semula menghadap posisi gerhana sudah bergeser ke timur, sehingga bayangan jatuh di wilayah yang lebih ke barat. NASA menyebut pergeseran ini sekitar 120∘120^\circ ke barat (dengan pembulatan).

    Pengecoh b salah arah. Pengecoh c muncul bila 0,320{,}32 dikali 100, bukan 360. Pengecoh d muncul bila jumlah jam (sekitar 8) dianggap derajat.

    Cek: tiga Saros memberi pergeseran sekitar 3×116∘≈348∘3 \times 116^\circ \approx 348^\circ, hampir satu putaran penuh, sehingga gerhana kembali ke wilayah yang mirip setelah sekitar 54 tahun, sesuai keterangan NASA.

  4. Bulan sinodis (bulan baru ke bulan baru) S=29,5306S = 29{,}5306 hari, sedangkan bulan drakonik (simpul ke simpul yang sama) D=27,2122D = 27{,}2122 hari. Bulan baru dan simpul orbit kembali bertemu setiap

    T=S⋅DS−DT = \frac{S \cdot D}{S - D}

    (disebut tahun gerhana). Karena ada dua simpul, musim gerhana terjadi setiap T2\tfrac{T}{2}. Berapa hari selang antara dua musim gerhana berurutan? Tulis jawaban dalam hari dengan satu angka desimal.

    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban: 173.3 / 173,3

    Langkah 1, hitung selisih periode:

    S−D=29,5306−27,2122=2,3184 hari.S - D = 29{,}5306 - 27{,}2122 = 2{,}3184\ \text{hari}.

    Langkah 2, hitung tahun gerhana:

    T=29,5306×27,21222,3184=803,5942,3184≈346,6 hari.T = \frac{29{,}5306 \times 27{,}2122}{2{,}3184} = \frac{803{,}594}{2{,}3184} \approx 346{,}6\ \text{hari}.

    Langkah 3, karena ada simpul naik dan simpul turun, selang antar-musim gerhana:

    T2≈173,3 hari.\frac{T}{2} \approx 173{,}3\ \text{hari}.

    Kesalahan umum: menjawab 346,6346{,}6 (lupa ada dua simpul), atau menjawab 182,6182{,}6 (setengah tahun kalender), padahal simpul orbit Bulan bergeser ke barat sehingga musim gerhana datang sedikit lebih cepat dari setengah tahun.

    Cek: NASA menyebut rata-rata waktu Matahari bergerak dari satu simpul ke simpul lain adalah 173,3173{,}3 hari, sama dengan hasil ini.

  5. Kerucut bayangan inti (umbra) Bulan memiliki panjang

    L=d rR−r,L = d\,\frac{r}{R - r},

    dengan d≈1,5×108 kmd \approx 1{,}5 \times 10^{8}\ \text{km} (jarak Matahari–Bulan), r=1.737 kmr = 1.737\ \text{km} (jari-jari Bulan), dan R=695.700 kmR = 695.700\ \text{km} (jari-jari Matahari). Saat Bulan di apogee, jarak dari Bulan ke permukaan Bumi yang terdekat sekitar 399.000 km399.000\ \text{km}. Jenis gerhana sentral yang teramati saat itu adalah ...

    1. Gerhana Matahari cincin, karena umbra tidak sampai ke permukaan Bumi.

    2. Gerhana Matahari total, karena umbra lebih panjang dari jarak Bulan ke Bumi.

    3. Gerhana Matahari total, karena Bulan lebih dekat ke Bumi daripada Matahari.

    4. Tidak ada gerhana sama sekali, karena umbra tidak sampai ke Bumi.

    Lihat jawaban & pembahasan

    Jawaban: A

    Langkah 1, hitung panjang umbra:

    L=1,5×108×1.737695.700−1.737=1,5×108×1.737693.963≈3,75×105 km.L = 1{,}5 \times 10^{8} \times \frac{1.737}{695.700 - 1.737} = 1{,}5 \times 10^{8} \times \frac{1.737}{693.963} \approx 3{,}75 \times 10^{5}\ \text{km}.

    Langkah 2, bandingkan: L≈375.000 km<399.000 kmL \approx 375.000\ \text{km} < 399.000\ \text{km}. Ujung umbra berhenti sekitar 24.000 km24.000\ \text{km} sebelum permukaan Bumi. Pengamat di garis pusat berada dalam perpanjangan kerucut (antumbra) dan melihat Bulan sedikit lebih kecil daripada Matahari, sehingga tepi Matahari tampak seperti cincin.

    Pengecoh b salah karena perbandingannya terbalik. Pengecoh c salah: Bulan memang lebih dekat, tetapi yang menentukan adalah apakah umbra sampai ke permukaan. Pengecoh d salah: penumbra tetap mengenai Bumi, dan antumbra menghasilkan gerhana cincin.

    Cek: ukuran sudut Bulan ≈2arctan⁡(1.737/399.000)≈0,499∘\approx 2\arctan(1.737/399.000) \approx 0{,}499^\circ, lebih kecil dari Matahari (≈0,53∘\approx 0{,}53^\circ), jadi memang cincin.