Momen Inersia: Rumus Benda Tegar dan Contoh Soal

Momen inersia benda tegar: rumus I = Σmr² dan ∫r² dm, tabel batang, silinder, bola, teorema sumbu sejajar, energi kinetik rotasi, dan contoh soal.

Mapel
Fisika
Jenjang
Kuliah
Waktu baca
5 menit
Terbit
8 Oktober 2026

Momen inersia adalah ukuran kelembaman benda terhadap perubahan gerak rotasi di sekitar suatu sumbu. Untuk sistem partikel, I=∑miri2I = \sum m_i r_i^2; untuk benda kontinu, I=∫r2 dmI = \int r^2\,dm, dengan rr jarak tegak lurus ke sumbu putar. Satuannya kg·m². Nilainya bergantung pada massa, bentuk benda, dan letak sumbu putar.

Apa Itu Momen Inersia?

Pada gerak lurus, massa menyatakan seberapa sulit benda dipercepat. Pada gerak rotasi, peran itu diambil oleh momen inersia. Semakin besar momen inersia, semakin besar torsi yang diperlukan untuk mengubah kecepatan sudut benda.

Momen inersia tidak hanya bergantung pada massa, tetapi juga pada sebaran massa terhadap sumbu putar. Massa yang jauh dari sumbu menyumbang jauh lebih besar karena jaraknya dikuadratkan. Itulah sebabnya pemain seluncur es berputar lebih cepat saat merapatkan lengannya.

Jarak rr pada rumus adalah jarak tegak lurus dari elemen massa ke sumbu putar, bukan jarak ke titik asal koordinat. Benda yang sama dapat mempunyai momen inersia berbeda untuk sumbu yang berbeda.

Rumus Momen Inersia Sistem Partikel

Untuk beberapa partikel titik, jumlahkan mr2m r^2 setiap partikel: I=m1r12+m2r22+…I = m_1 r_1^2 + m_2 r_2^2 + \dots Satuannya kg·m². Batang penghubung yang sangat ringan dapat diabaikan.

Menghitung Momen Inersia Benda Tegar dengan Integral

Untuk benda kontinu, ganti penjumlahan dengan integral I=∫r2 dmI = \int r^2\,dm. Kuncinya adalah menyatakan dmdm dengan variabel posisi.

Batang homogen bermassa MM dan panjang LL memiliki rapat massa linear λ=M/L\lambda = M/L, sehingga dm=λ dxdm = \lambda\,dx. Terhadap sumbu yang tegak lurus batang dan melalui pusatnya:

Ipm=∫−L/2L/2x2 λ dx=λ[x33]−L/2L/2=112ML2I_{\text{pm}} = \int_{-L/2}^{L/2} x^2\,\lambda\,dx = \lambda\left[\frac{x^3}{3}\right]_{-L/2}^{L/2} = \frac{1}{12}ML^2

Terhadap sumbu di salah satu ujung, batas integralnya 0 sampai LL:

Iujung=∫0Lx2 λ dx=13ML2I_{\text{ujung}} = \int_0^L x^2\,\lambda\,dx = \frac{1}{3}ML^2

Untuk cincin tipis terhadap sumbu simetrinya, semua massa berjarak RR dari sumbu, sehingga langsung I=MR2I = MR^2.

Tabel Rumus Momen Inersia Benda Tegar

Benda (homogen) Sumbu putar Momen inersia
Batang tipis Melalui pusat, tegak lurus batang 112ML2\tfrac{1}{12}ML^2
Batang tipis Melalui ujung, tegak lurus batang 13ML2\tfrac13 ML^2
Cincin tipis atau silinder berongga tipis Sumbu simetri MR2MR^2
Piringan atau silinder pejal Sumbu simetri 12MR2\tfrac12 MR^2
Bola pejal Melalui pusat 25MR2\tfrac25 MR^2
Bola berongga tipis Melalui pusat 23MR2\tfrac23 MR^2
Pelat persegi panjang a×ba \times b Melalui pusat, tegak lurus pelat 112M(a2+b2)\tfrac{1}{12}M(a^2 + b^2)

Teorema Sumbu Sejajar

Jika momen inersia terhadap sumbu yang melalui pusat massa, IpmI_{\text{pm}}, sudah diketahui, momen inersia terhadap sumbu lain yang sejajar dan berjarak dd adalah I=Ipm+Md2I = I_{\text{pm}} + Md^2.

Cek untuk batang: 112ML2+M(L/2)2=112ML2+312ML2=13ML2\tfrac{1}{12}ML^2 + M(L/2)^2 = \tfrac{1}{12}ML^2 + \tfrac{3}{12}ML^2 = \tfrac13 ML^2, sama dengan hasil integral. Teorema ini hanya berlaku jika salah satu sumbu melalui pusat massa.

Energi Kinetik Rotasi dan Hukum Newton 2 Rotasi

Benda yang berputar dengan kecepatan sudut ω\omega menyimpan energi kinetik rotasi K=12Iω2K = \tfrac12 I\omega^2. Torsi resultan menghasilkan percepatan sudut menurut τ=Iα\tau = I\alpha, bentuk rotasi dari ΣF=m a\Sigma F = m\,a.

Benda yang menggelinding tanpa slip memiliki energi kinetik translasi dan rotasi sekaligus: K=12Mv2+12Iω2K = \tfrac12 Mv^2 + \tfrac12 I\omega^2, dengan v=ωRv = \omega R. Karena itu, benda yang momen inersianya relatif kecil, seperti bola pejal, lebih cepat sampai di dasar bidang miring daripada silinder pejal.

Contoh Soal Momen Inersia dan Pembahasan

Contoh 1: sistem dua partikel

Partikel 2 kg dan 3 kg dipasang pada batang ringan, masing-masing berjarak 0,5 m dan 1 m dari sumbu putar. Berapa momen inersia sistem?

Pembahasan: I=2(0,5)2+3(1)2=0,5+3=3,5I = 2(0{,}5)^2 + 3(1)^2 = 0{,}5 + 3 = 3{,}5 kg·m².

Contoh 2: batang dengan dua sumbu berbeda

Batang homogen bermassa 3 kg dan panjang 1,2 m. Hitung momen inersianya terhadap sumbu di pusat dan di ujung.

Pembahasan: di pusat, I=112(3)(1,2)2=112(3)(1,44)=0,36I = \tfrac{1}{12}(3)(1{,}2)^2 = \tfrac{1}{12}(3)(1{,}44) = 0{,}36 kg·m². Di ujung, I=13(3)(1,44)=1,44I = \tfrac13(3)(1{,}44) = 1{,}44 kg·m². Cek dengan teorema sumbu sejajar: 0,36+3(0,6)2=0,36+1,08=1,440{,}36 + 3(0{,}6)^2 = 0{,}36 + 1{,}08 = 1{,}44 kg·m².

Contoh 3: energi dan torsi piringan

Piringan pejal bermassa 2 kg dan berjari-jari 0,3 m berputar 10 rad/s pada sumbu simetrinya. Berapa energi kinetik rotasinya, dan berapa torsi tetap yang diperlukan untuk menghentikannya dalam 3 s?

Pembahasan: I=12(2)(0,3)2=0,09I = \tfrac12(2)(0{,}3)^2 = 0{,}09 kg·m² dan K=12(0,09)(102)=4,5K = \tfrac12(0{,}09)(10^2) = 4{,}5 J. Perlambatan sudut α=10/3≈3,33\alpha = 10/3 \approx 3{,}33 rad/s², sehingga τ=Iα=0,09×10/3=0,3\tau = I\alpha = 0{,}09 \times 10/3 = 0{,}3 N·m.

Contoh 4: bola pejal dan silinder pejal menggelinding

Bola pejal dan silinder pejal dilepas dari ketinggian 1 m pada bidang miring dan menggelinding tanpa slip. Dengan g=9,8g = 9{,}8 m/s², berapa kelajuan masing-masing di dasar?

Pembahasan: tulis I=βMR2I = \beta MR^2. Kekekalan energi memberi Mgh=12Mv2(1+β)Mgh = \tfrac12 Mv^2(1 + \beta), sehingga v=2gh/(1+β)v = \sqrt{2gh/(1 + \beta)}. Bola pejal (β=2/5\beta = 2/5): v=19,6/1,4=14≈3,74v = \sqrt{19{,}6/1{,}4} = \sqrt{14} \approx 3{,}74 m/s. Silinder pejal (β=1/2\beta = 1/2): v=19,6/1,5≈3,61v = \sqrt{19{,}6/1{,}5} \approx 3{,}61 m/s. Massa dan jari-jari tidak berpengaruh.

Kesalahan yang Sering Terjadi

Ringkasan

  • Momen inersia I=∑mr2I = \sum m r^2 atau ∫r2 dm\int r^2\,dm, dengan rr jarak tegak lurus ke sumbu.
  • Batang: 112ML2\tfrac{1}{12}ML^2 (pusat) dan 13ML2\tfrac13 ML^2 (ujung); silinder pejal 12MR2\tfrac12 MR^2; bola pejal 25MR2\tfrac25 MR^2.
  • Teorema sumbu sejajar: I=Ipm+Md2I = I_{\text{pm}} + Md^2.
  • Energi kinetik rotasi 12Iω2\tfrac12 I\omega^2 dan τ=Iα\tau = I\alpha.

Materi Terkait

Latihan soal Momen Inersia

Lembar kerja · jawab langsung di halaman ini

Soal
4

Memuat soal…