Fungsi linear: gradien dan titik potong

Membaca y = mx + b sebagai perubahan tetap, menghitung gradien dari dua titik, dan memeriksa grafik.

Mapel
Matematika
Jenjang
SMP
Waktu baca
3 menit
Terbit
8 Oktober 2026

Tujuan dan prasyarat

Kamu akan menghubungkan tabel, rumus, dan grafik fungsi linear; menghitung gradien; serta menentukan titik potong sumbu. Bekalnya adalah koordinat Kartesius, operasi bilangan negatif, dan substitusi aljabar. Setiap titik (x,y)(x,y) menunjukkan pasangan masukan dan keluaran. Pastikan urutan koordinat tidak tertukar saat menggambar.

Perubahan yang tetap

Bayangkan jumlah air dalam wadah bertambah dengan laju tetap. Jika pada setiap menit bertambah dua liter, selisih jumlah air untuk satu menit selalu dua liter. Hubungan seperti ini dapat ditulis y=mx+by=mx+b. Gradien mm menunjukkan perubahan yy per satu perubahan xx. Konstanta bb adalah nilai yy ketika x=0x=0, yaitu titik potong dengan sumbu yy.

Istilah fungsi linear di materi sekolah mencakup bentuk mx+bmx+b. Fungsi ini memberi satu nilai yy untuk setiap xx. Bila b=0b=0, hubungan tersebut juga merupakan perbandingan senilai. Bila b≠0b\ne0, rasio y/xy/x umumnya tidak tetap, walaupun gradiennya tetap. Perbedaan ini berguna saat biaya memiliki ongkos awal.

Gradien dihitung dengan m=y2−y1x2−x1m=\frac{y_2-y_1}{x_2-x_1} untuk dua titik berbeda dengan x2≠x1x_2\ne x_1. Gunakan urutan titik sama pada pembilang dan penyebut. Nilai positif berarti grafik naik saat dibaca ke kanan; nilai negatif berarti turun. Gradien nol menghasilkan garis mendatar. Garis vertikal tidak mempunyai gradien terdefinisi dan tidak dapat ditulis sebagai fungsi y=mx+by=mx+b.

Dari rumus ke grafik

Mulailah dari (0,b)(0,b). Pilih dua nilai xx lain, hitung yy, lalu letakkan titik pada bidang koordinat. Untuk hubungan linear, ketiga titik terletak pada satu garis lurus. Dua titik berbeda cukup menentukan garis, tetapi titik ketiga membantu mendeteksi salah hitung. Tulis satuan pada sumbu jika grafik mewakili cerita. Gradiennya kemudian mempunyai satuan keluaran per satuan masukan.

Garis linear: gradien dan titik potong-5-3-1135-5-3-1135xy

y = 1x + (0)

Garis linear: gradien dan titik potong

Contoh 1: membaca perubahan

Diberikan y=2x−1y=2x-1. Tentukan nilai pada x=0,1,2x=0,1,2 dan titik potong sumbu xx.

  1. Substitusi menghasilkan y=−1,1,3y=-1,1,3, jadi titiknya (0,−1)(0,-1), (1,1)(1,1), dan (2,3)(2,3).
  2. Ketika xx naik satu, yy naik dua. Ini sesuai m=2m=2.
  3. Pada sumbu xx, y=0y=0. Selesaikan 0=2x−10=2x-1, sehingga x=12x=\frac12.
  4. Periksa: 2(12)−1=02(\frac12)-1=0. Jadi titik potong sumbu xx adalah (12,0)(\frac12,0); titik potong sumbu yy adalah (0,−1)(0,-1).

Contoh 2: menentukan rumus dari dua titik

Garis melewati (1,3)(1,3) dan (3,7)(3,7).

  1. Gradiennya m=(7−3)/(3−1)=4/2=2m=(7-3)/(3-1)=4/2=2.
  2. Masukkan titik pertama ke y=2x+by=2x+b: 3=2(1)+b3=2(1)+b, sehingga b=1b=1.
  3. Rumus garisnya y=2x+1y=2x+1.
  4. Periksa titik kedua: 2(3)+1=72(3)+1=7. Kedua titik memenuhi rumus, dan ketika xx bertambah dua, yy bertambah empat.

Kesalahan umum

Jangan memakai y/xy/x sebagai gradien kecuali garis melalui asal. Jangan menganggap bb adalah titik potong sumbu xx: sumbu yy memiliki x=0x=0, sedangkan sumbu xx memiliki y=0y=0. Grafik pada layar juga terbatas; bagian yang terpotong oleh tepi gambar tidak berarti fungsi berhenti di sana.

Ringkasan dan cek mandiri

Gradien mengukur perubahan, sementara bb menentukan posisi awal. Untuk y=−x+2y=-x+2, prediksikan nilai pada x=0,1,2x=0,1,2 sebelum mengubah visual. Jawaban berturut-turut 2, 1, dan 0. Jelaskan mengapa garis bergeser ketika bb berubah, tetapi perubahan per satu langkah tetap ditentukan oleh mm.

Sumber belajar

Penjelasan dan contoh disusun ulang untuk materi ini; sumber dapat dibuka untuk belajar lebih lanjut.

Cek pemahaman: Fungsi linear: gradien dan titik potong

Lembar kerja · jawab langsung di halaman ini

Soal
3

Memuat soal…